(Nasional, 1962) Pong Walujo: Membentuk Federasi Teater

Membentuk Federasi Teater Oleh:  Pong Walujo   CIRI masyarakat modern ditandai salah satu diantaranya kesadaran berorganisasi. Sejak Indonesia Merdeka setiap usaha yang efisien mesti disusun dalam organisasi yang rapi. Tidak satu usahapun dapat berhasil baik dengan cara-cara yang serampangan, sentimentil, irrasional. Dari susunan kenegaraan yang paling tinggi sampai rukun tetangga yang paling bawah, tidak ketinggalan…

(Mimbar Indonesia, 1962) AD Donggo: Kemenangan di Jogjakarta,  Akhirnya Badan Pembina Teater Nasional Indonesia Terbentuk

Kemenangan di Jogjakarta:  Akhirnya Badan Pembina Teater Nasional Indonesia Terbentuk Oleh AD Donggo   Dengan menyadari bahwa seluruh kekuatan yang berada di segala bidang kegiatan dalam masyarakat sekarang memerlukan kesatuan yang lebih kompak untuk menyelesaikan revolusi nasional kita, maka di Jogjakarta sejak tanggal 29 November sampai tanggal 2 Desember 1962 baru-baru ini oleh suatu usaha…

(Tempo, 1976) Tiga Profesor dan Satu Nabi (Pementasan Teater Kecil “Nabi Kembar”

Tiga Profesor dan Satu Nabi NABI KEMBAR Karya: Slavomir Mrozek Terjemahan: Djum’an Sutradara: Arifin C. Noer Produksi: Teater Kecil *** CERITA Nabi Kembar itu intinya begini. Massa, dan juga Wali-negeri, sudah bersiap-siap menyambut seorang Nabi yang — seperti disebut dalam nubuatan — sudah waktunya muncul dan memulai misinya dari negeri itu. Walinegeri berpidato di mikrofon,…

(Horison, 1976) Bambang Bujono: Nabi Kembar Teater Kecil

NABI KEMBAR TEATER KECIL Oleh: Bambang Bujono   Pementasan “Nabi Kembar” karya Stavomir Mrozek oleh teater kecil, 28 Juni sampai 4 Juli yang lalu, mungkin oleh Sutradaranya, Arifin C. Noer, dianggap sebagai suatu latihan saja. Naskah itu sendiri, yang tertangkap dari pementasan, kira-kira bukan sebuah naskah yang memerlukan sepenuh tenaga, untuk orang macam Arifin, guna…

(Suara Karya, 1976) Ateng Winarno: “Nabi Kembar” Tidak Banyak Nasihat (pementasan Teater Kecil)

“Nabi Kembar” Tidak Banyak Nasihat Oleh:  Ateng Winarno TIDAK lebih kecuali sebuah perantara agar penguasa dan orang cerdik pandai berkumpul, berdebat, saling melempar argumen, dalam suasana yang kisruh. Itulah yang dikerjakan oleh Slavomir Mrozek dalam salah satu karyanya “Nabi Kembar” yang belum lama berselang dipentaskan di Teater Arena TIM, oleh Teater Kecil pimpinan Arifin C.…

(Sinar Harapan, 1976) “Nabi Kembar” Oleh Teater Kecil, Kaum Intelektuil dalam Ujian

“Nabi Kembar” Oleh Teater Kecil, Kaum Intelektuil dalam Ujian Oleh: Abdul Hadi WM   PERNAHKAH dalam sejarah manusia, dua nabi kembar datang bersamaan untuk menyampaikan kebenaran yang sama? Nabi-nabi selalu datang satu persatu, tidak pernah identik betul satu sama lain dan menyampaikan kebenaran yang tidak pernah persis sama. Mungkin karena jaman dan masyarakat yang harus…

(Aneka, 1954) Sekitar Nurnaningsih, Dunia Film Kita Harus Dikoreksi (surat pembaca)

Sekitar Nurnaningsih, Dunia Film Kita Harus Dikoreksi (surat pembaca)   PERISTIWA foto-foto telanjang dari bintang film Nurnaningsih yang diedarkan di ibukota sekarang ini bukanlah suatu hal yang mengejutkan sebenarnya, jika kita mau memperhatikan cara hidup dan cara bergembira para pemain film kita pada waktu-waktu belakangan ini dan jiwa kita mau menerima bahwa cara hidup dan…

(Minggu Pagi, 1954) Nurnaningsih, Sukses dalam “Krisis”,  Apakah Ia Krisis Karena Sukses?

Nurnaningsih, Sukses dalam “Krisis”,  Apakah Ia Krisis Karena Sukses? Oleh: MN   Indonesia telah bangga dengan salah satu film nasional yang dapat menandingi film luar negeri. Para pemainnya, penyelenggaranya, apalagi regiseur merangkap produsernya sangat bangga oleh sukses-nya film “Krisis” yang dapat dinikmati oleh rakyat, dari kaum desa sampai kepada kaum intelektualnya, kaum peminat dan kaum…

(Masa Kini, 1986) Indra Tranggono: Kelompok “Sampakan” Serbu TIM

Kelompok “Sampakan” Serbu TIM Oleh: Indra Tranggono SETELAH Teater Gandrik, kali ini Kelompok SAMPAKAN (berasal dari gending SAMPAK) Yogyakarta menyerbu Taman Ismail Marzuki Jakarta, mementaskan lakon komedi TAHUN MACAN, 5-6 Agustus 1986. Lakon yang banyak mengungkap realitas masyarakat kita ini ditulis oleh Puntung CM Pudjadi. Ide dasar lakon dari Aryo Khatam. Pementasan yang berlangsung di…

(Masa Kini, 1986) Teater Majenun Sleman Pentaskan “Ben Go Tun”

Teater Majenun Sleman Pentaskan “Ben Go Tun” Oleh: Indra Tranggono   Teate Majenun Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu malam besok, tanggal 26 Juli, pukul 19.30 WIB, mementaskan lakon komedi satire “Ben Go Tun”  karya sastrawan kenamaan Bandung, Saini KM . Naskah ini pernah meraih kejuaraan dalam lomba penulisan Naskah Drama yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta.…